Laporan Praktikum Kimia Dasar
Menentukan Berat Atom Magnesium
Disusun
Oleh :
Muhammad
Badar Sulaeman Aslam
0621
11 026
Program
Studi Kimia
Fakultas
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas
Pakuan
Bogor
2011
1.
Tujuan
Percobaan
Mempelajari suatu cara sederhana
penentuan berat atom suatu unsur (Mg), melalui penentuan dengan teliti berat
zat-zat yang bereaksi.
2.
Dasar
Teori
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah
elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan
unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat
campuran alumunium-magnesium yang
sering disebut "magnalium" atau "magnelium".
Magnesium (Mg) adalah unsur kimia
di dalam sistem periodik yang mempunyai simbol Mg & nomor atom
12 & berat atom 24.31.
Kelimpahan
Magnesium (Mg)
Magnesium (Mg) merupakan
unsur yeng kedelapan
paling berlimpah & memenuhi 2% daripada kandungan kerak bumi dari segi berat, & merupakan
unsur ketiga terbanyak yang terlarut dalam air laut. Magnesium
(Mg) banyak dijumpai di alam pada lapisan-lapisan batuan dalam bentuk mineral seperti
dolomit (CaCO3.MgCO3), magnesit (MgCO3), &
epsomit (MgSO4.7H2O).
Isolasi
Magnesium (Mg)
Magnesium (Mg) diperoleh dengan beberapa cara. Salah satunya
adalah dari batuan dolomite & air laut, yang mengandung 0,13% Mg. Pertama-tama
dolomite dikalsinasi menjadi campuran CaO/MgO dari mana kalsium akan dihilangkan dengan penukar ion menggunakan air
laut. Kesetimbangannnya disukai karena kelarutan Mg(OH)2
lebih rendah daripada Ca(OH)2 :
Ca(OH)2.Mg(OH)2
+ Mg2+ 2 Mg(OH)2 + Ca2+
Proses yang paling penting untuk mendapatkan logam adalah
pertama, elektrrolisis leburan campuran halida
(misalnya MgCl2 + CaCl2 + NaCl) dari logam yang paling kurang elektropositif,
Mg, ditampung, kemudian reduksi MgO atau dolomite yang dikalsinasi (MgO.CaO).
yang terakhir dipanaskan dengan ferosilikon :
CaO.MgO +
FeSi = Mg + silikat Ca dan Fe
Dan Mg didistilasi.MgO dpt dipanaskan dgn batu bara
pada 20000 & logamnya ditampung dgn pencucian cepat dari kesetimbangan
bersuhu tinggi yang
berjalan ke kanan :
MgO + C
Mg + CO
Beberapa kegunaan Magnesium (Mg) seperti
pada Mg(OH)2 yaitu untuk
mengobati penyakit maag & menetralisir asam lambung, magnesium
klorida (MgCl2.6H2O) digunakan dalam pembuatan kain katun, kertas,
semen, & keramik. Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) yg dikenal dengan garam Inggris (Epsom salt)
dan magnesium oksida (MgO), digunakan pd pembuatan
kosmetik & obat pencuci perut. Sedangkan campuran Magnesium (Mg), aluminium & baja digunakan pd
bahan pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, vacuum cleaner,
alat-alat optic & furniture.
Cara Sintesis Magnesium
Magnesium
diperoleh dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dari batuan dolomite dan air
laut, yang mengandung 0,13% Mg. pertama-tama dolomite dikalsinasi menjadi
campuran CaO/MgO dari mana kalsium akan dihilangkan dengan penukar ion menggunakan
air laut. Kesetimbangannya disukai karena kelarutan Mg(OH)2 lebih
rendah daripada Ca(OH)2 .
Proses yang paling penting untuk mendapatkan logam adalah pertama,
elektrolisis leburan campuran halida (misalnya MgCl2 + CaCl2
+ NaCl) dari logam yang paling kurang elektropositif, Mg, ditampung,
kemudian reduksi MgO atau dolomite yang dikalsinasi (MgO.CaO). yang terakhir
dipanaskan dengan ferosilikon.
Dan Mg didistilasi.mgO dapat dipanaskan dengan batu bara pada 20000 dan
logamnya ditampung dengan pencucian cepat dari kesetimbangan bersuhu tinggi
yang berjalan ke kanan.
Manfaat Magnesium
Beberapa Manfaat magnesium seperti pada Mg(OH)2 yaitu untuk
mengobati penyakit maag dan menetralisir asam lambung, magnesium
klorida (MgCl2.6H2O)
digunakan dalam pembuatan kain katun, kertas, semen, dan keramik. Magnesium
sulfat (MgSO4.7H2O) yang dikenal dengan garam Inggris
(Epsom salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pada pembuatan kosmetik dan
obat pencuci perut. Sedangkan campuran magnesium, aluminium dan baja digunakan
pada bahan pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, vacuum cleaner,
alat-alat optic dan furniture.
Nama unsur : Magnesium
Penemu : Sir Humphrey Davy (1808)
Nomor atom : 12
Massa atom : 24.305
gram.mol-1
Elektronegativitas menurut pauling : 1.2
Kepadatan : 1.74 gram.cm-3 pada 20oC
Titik lebur : 650oC
Titik didih : 1107oC
Van der waals radius : 0.16 nm
Ionic radius
: 0.065 nm
Isotop : 5
Alat dan Bahan
Dalam praktikum kesetimbangan ini, alat dan bahan yang harus di gunakan antara lain :
Alat dan Bahan
Dalam praktikum kesetimbangan ini, alat dan bahan yang harus di gunakan antara lain :
Ø
Krus
Porselin
Ø
Neraca
Analitik
Ø
Pembakar
Bunsen
Ø
Korek
Api
Ø
Segitiga Porselen
Ø
Kaki Tiga
Ø
Desikator
Ø
Penjepit Besi
Ø
Tanur
Ø
Oven
Ø
Serbuk
Magnesium (Mg)
Ø
Aquades
Metode
kerja yang dilakukan dalam praktikum menentukan bobot atom magnesium adalah
sebagai berikut :
v Timbang cruse kosong dengan teliti.
v Timbang logam Mg dengan teliti dan
masukkan dalam cruse.
v Panaskan cruse dengan isinya diatas api
pembakar bunsen dengan menggunakan segitiga porselen.
v Setelah menjadi putih, dinginkan cruse.
Setelah dingin beri beberapa tetes air (periksa dengan kertas lakmus uap/gas
yang keluar).
v Pijarkan cruse, dinginkan dan timbang.
v Hitung berat atom Mg.
v
Pengamatan
Cruse
kosong = 28.2425 gram
Bobot
Mg = 0.8 gram
Bobot
MgO = 1.34
gram
Bobot
cruse + MgO = 29.5825 gram
Bobot
MgO = 29.5825 – 28.2425
=
1.34 gram
Reaksi
yang terjadi :
Mg +
O2
MgO
3Mg + N2
Mg3N2
Mg3N2
+ 6H2O
3Mg(OH)2 + 2NH3
Mg(OH)2
MgO + H2O
v
Perhitungan
Nilai bobot atom Mg dari
percobaan adalah 23.7 gram
v
Pembahasan
Pada praktikum dalam menentukan bobot atom magnesium, digunakan serbuk
magnesium sebanyak 0.8 gram dan menggunakan krus dengan berat 28.2425 gram.
Magnesium tersebut dipanaskan menggunakan pembakar spiritus selama 15 menit.
Logam magnesium tersebut setelah dipanaskan dimasukkan ke dalam tanur dengan
suhu 300oC hingga suhu 1000oC dan di diamkan selama
beberapa jam, sehingga energi dari magnesium mengalami perubahan dan mampu
untuk bereaksi. Logam magnesium ini akan berubah menjadi putih yang membuktikan
bahwa logam magnesium mampu bereaksi atau berikatan langsung dengan udara
disekitarnya dan abu yang berwarna putih merupakan persenyawaan kimia antara
logam magnesium dengan oksigen. Reaksi yang terjadi adalah Mg +
O2
MgO.
Selain itu magnesium akan bereaksi dengan N2 di
udara, reaksi yang terjadi adalah 3Mg +
N2
Mg3N2.
Pada saat Mg3N2
direaksikan dengan air pada saat akan dipanaskan ke dalam oven akan
menghasilkan reaksi Mg3N2
+ 6H2O
3Mg(OH)2
+ 2NH3.
Pada analisis data didapatkan massa atom relatif (Ar)
magnesium adalah 23.7
gr/mol. Jika dibandingkan dengan standar internasional bahwa massa atom relatif
Mg adalah 24,31 gr/mol ini sedikit berbeda. Hal ini dapat disebabkan akibat
kurang lamanya logam magnesium yang telah ditetesi air (H2O)
sehingga pemijaran itu tidak menghilangkan seluruh atom hidrogen hilang dari
persenyawaan tersebut. Ketidaktepatan ini juga dapat disebabkan karena
banyaknya unsur-unsur lain diudara terbuka yang dapat mempengaruhi reaksi.
Kesimpulan yang diambil dalam praktikum ini adalah :
Kesimpulan yang diambil dalam praktikum ini adalah :
·
Magnesium (Mg) adalah
unsur kimia di dalam sistem periodik yang
mempunyai simbol Mg & nomor atom 12 & berat
atom 24.31.
·
Massa atom relative (Ar) suatu unsure adalah
massa satu atom undur tersebut dibagi dengan
massa atom isotop karbon 12.
·
Berat atom magnesium
yang didapat dari praktikum ini adalah 23.7 gram mendekati bobot atom magnesium
yang sebenarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Goldberg, David E, Ph.D. 2008. Kimia
Untuk Pemula. Jakarta: Erlangga.
Iryani, Ani, Sutanto. 2011. Penuntun Pratikum Kimia Dasar I.
Bogor: Kimia/FMIPA UNPAK.
Purba, Michael. 2002. Kimia
untuk SMA Kelas XI. Jakarta:
Erlangga
S, Yohanes.
2009. Mahir Kimia. Yogyakarta: Kendi Mas Media